Thursday, March 11, 2010

PENGEMBANGAN SISTEM PENDIDIKAN PONDOK MODERN

ABSTRAKSI

Pondok pesantren sebagai salah satu lembaga pendidikan, diakui mempunyai andil yang cukup besar di dalam membesarkan dan mengembangkan dunia pendidikan. Pondok pesantren juga dipercaya dapat menjadi alternatif bagi pemecahan berbagai masalah pendidikan yang terjadi pada saat ini. Pondok pesantren yang ada sekarang pada umumnya telah mengalami perubahan dari dampak modernisasi. Dengan semakin beranekaragam sumber-sumber belajar baru, dan semakin tingginya dinamika komunikasi antara sistem pendidikan pondok pesantren dan sistem yang lain, maka santri dapat belajar dari banyak sumber.

Salah satu bentuk perubahan pengelolaan pondok pesantren adalah munculnya pondok pesantren modern, yang menggabungkan antara unsur-unsur pendidikan Islam tradisional yang identik dengan kitab-kitab klasik dengan pendidikan Islam modern yang menggunakan sistem dan metode yang modern. Salah satu pondok pesantren yang menggunakan sistem pendidikan pondok modern adalah PM Al-Rifa’ie yang terletak di Gondanglegi Malang. Dari sinilah penulis ingin mengadakan penelitian di PM Al-Rifa’ie dengan judul Pengembangan Sistem Pendidikan Pondok Modern Dalam Meningkatkan Profesionalisme Santri.

Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui strategi pengembangan sistem pendidikannya, untuk mengetahui kendala yang mempengaruhi peningkatan profesionalisme santri, untuk mengetahui upaya yang dilakukan oleh PM Al-Rifa’ie dalam meningkatkan profesionalisme santri

Penelitian yang penulis lakukan ini adalah termasuk dalam penelitian deskriptif kualitatif. Dan dalam mengumpulkan data, penulis menggunakan metode observasi, interview dan dokumentasi. Sedangkan untuk analisisnya, penulis menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif, yaitu berupa data-data tertulis atau lisan dari orang dan perilaku yang diamati sehingga dalam hal ini penulis berupaya mengadakan penelitian yang bersifat sebenarnya.

Hasil dari penelitian yang dilakukan penulis dapat disampaikan di sini bahwasanya strategi pengembangan sistem pendidikan yang dilakukan PM Al-Rifa’ie dalam meningkatkan profesionalisme santri adalah: melalui program pendidikannya yang terdiri dari pendidikan formal dan pendidikan agama, sistem organisasi yang teratur di pondok modern Al-Rifa’ie, perekrutan karyawan, program pengembangan kurikulum. Sedangkan faktor kendalanya adalah faktor tenaga pengajar, faktor santri/siswi, faktor wali santri/siswi, faktor organisasi, dan faktor lingkungan. Dan upaya yang dilakukan oleh PM Al-Rifa’ie dalam meningkatkan profesionalisme santri adalah: menyediakan fasilitas pendidikan dan fasilitas lainnya yang mendukung secara memadai, memberikan pembekalan life skill melalui kegiatan ekstrakurikuler, mengadakan diklat dan pelatihan ataupun seminar bagi semua guru baik guru formal, guru diniyah maupun guru murottil qur’an, dan pelatihan, diklat dan seminar bagi para santri.

Adapun saran yang penulis berikan untuk PM Al-Rifa’ie adalah: hendaknya memperhatikan masukan-masukan gagasan dari berbagai pihak. Keterbukaan pondok ini akan mengantarkan lembaga ini mampu berdialog dengan realitas kultural dan sosial dengan gaya yang makin luas. Upaya-upaya menyelami pembaharuan tidak lagi diukur dari norma-norma fiqhiyah yang kaku, tetapi mulai dilihat dari konteks budaya yang berkembang di sekitarnya. Harus sering melakukan studi banding atau karya wisata untuk dapat melakukan perbandingan dengan pondok pesantren yang lain sehingga dapat meniru yang lebih baik tanpa menghilangkan yang sudah ada yang baik. Meskipun berbasis pondok pesantren yang materi agamanya lebih banyak namun dalam kenyataannya pendidikan di PM Al-Rifa’ie hanya menekankan pada segi kognitif (pengetahuan) dan psikomotorik dan mengenyampingkan pendidikan afektif. Maka PM Al-Rifa’ie harus mulai menekankan pendidikan afektif ini. Sebab pendidikan afektif sangat sulit dibanding dengan kedua pendidikan lainnya. Kalaupun masih ada alternatif lain yang mungkin lebih baik dari apa yang telah disampaikan atau ditulis dalam skripsi ini, maka hal itu dapat dijadikan sebagai masukan atau tambahan agar skripsi ini terus berkembang dan tidak berhenti sampai di sini.

Kata Kunci : Pondok Modern, Profesionalisme Santri


Wednesday, March 10, 2010

REMEDIAL TEACHING DALAM MENINGKATKAN PRESTASI

ABSTRAKSI

KATA KUNCI: Remedial Teaching , Prestasi Belajar, Qur’an Hadits

Dalam usaha meningkatkan proses pembelajaran khususnya kepada siswa yang mengalami kesulitan belajar atau yang memerlukan bantuan dalam mempelajari suatu pelajaran Agama dalam Kurikulum Berbasis Kompetensi dicantumkan pada Pendidikan Agama Islam yang salah satunya mata pelajarannya adalah Qur’an Hadits yang berisi tentang pemahaman tentang kaidah-kaidah ilmu Tajwid bacaan Al-Qur’an dan Hadits-Hadits pilihan yang menjadi materi dalam pelajaran di Madrasah Tsanawiyah. Madrasah Tsanawiyah Negeri 2 Kediri sebagai lembaga pendidikan yang tetap ingin meningkatkan kualitas keilmuan dan belajar siswa dan peran serta dari semua pihak, maka Madrasah Tsanawiyah di nobatkan sebagai Madrasah terbaik tingkat nasional. Salah satu usaha yang dilakukan oleh pihak kurikulum adalah meningkatkan program Remedi dan Pengayaan sebagai usaha meningkatkan prestasi belajar siswa khususnya pada siswa kelas VII dan kelas VIII yang telah menerapkan program remedi pada Mata pelajaran Qur’an Hadits. Jadi dalam hal ini guru berperan aktif dalam meningkatkan proses pembelajaran dalam menghasilkan siswa yang memenuhi standar yang ditetapkan oleh guru. Oleh karena itu penulis tertarik untuk mengambil judul: Remedial Teaching dalam Meningkatkan Prestasi Belajar pada Mata pelajaran Qur’an Hadits (Studi Kasus di Madrasah Tsanawiyah Negeri 2 Kediri)

Berdasarkan latar belakang diatas,maka permasalahan yang ingin diangkat yaitu bagaimana pelaksanaan Remedial Teaching pada mata pelajaran Qur’an Hadits di MTsN 2 Kediri, Faktor-faktor apa yang menghambat pelaksanaan Remedial Teaching pada Mata pelajaran Qur’an Hadits dan Usaha-usaha yang ditempuh oleh guru mata Mata pelajaran Qur’an Hadits dalam mengatasi faktor yang menghambat pelaksanaan Remedial Teaching pada mata pelajaran Qur’an Hadits di MTsN 2 Kediri.

Penelitian terhadap Remedial Teaching dalam meningkatkan prestasi belajar ini, dimaksudkan untuk mengetahui sejauh mana pelaksanaan konsep Remedial Teaching di MTsN 2 Kediri. Dengan tujuan tersebut maka penelitian ini termasuk penelitian kualitatif deskriptif. Analisa deskriptif merupakan alat analisa untuk menggambarkan bagaimana obyek penelitian, yaitu pelaksanaan Remedial Teaching dalam meningkatkan prestasi belajar pada mata pelajaran Qur’an Hadits. Agar hasil penelitian berjalan dengan baik, maka proses analisa data dilakukan langkah sebagai berikut: pertama, reduksi data yaitu pemilihan, pemusatan data “kasar” yang diperoleh dari lapangan agar data yang diperoleh valid, kedua penyajian data yaitu mengumpulkan informasi yang diperoleh dengan memberi kemungkinan adanya penarikan kesimpulan dan pengambilan tindakan. ketiga, verifikasi yaitu penarikan kesimpulan yang merupakan analisis data puncak.

Dengan menggunakan metode penelitian seperti yang dijelaskan diatas, maka hasil penelitian tentang Remedial Teaching dalam meningkatkan prestasi belajar pada mata pelajaran Qur’an Hadits sudah berjalan dengan baik. Akan tetapi tidak semua guru menerapkan Remedial Teaching dalam pembelajaran Qur’an Hadits yaitu pada kelas 3 yang belum sepenuhnya menggunakan KBK. Dan pada guru yang mengajar dikelas VII dan VIII sudah mulai menerapkan Remedial Teaching. Melihat proses tersebut terus berjalan, maka secara umum pelaksanaan Remedial Teaching dalam meningkatkan prestasi belajar di MTsN 2 Kediri dapat dikategorikan berjalan dengan baik.


Tuesday, March 9, 2010

STUDI TENTANG KORELASI BIMBINGAN ORANG TUA DENGAN AKTIVITAS BELAJAR DI SEKOLAH BAGI SISWA

ABSTRAKSI

Mengingat bahwa pendidikan di lingkungan keluarga merupakan salah satu dari tri pusat pendidikan dan yang terutama, maka suatu hal yang perlu mendapatkan perhatian dalam bidang pendidikan bukan hanya bagaimana membesarkan anak menjadi orang tua, melainkan kesadaran orang tua terhadap pendidikan dan bimbingan anak guna mencapai kedewasaan rohani dan jasmaniahnya yang merupakan langkah awal dari tercapainya tujuan pendidikan nasional.

Penulisan ini secara teoritis mengetengahkan tentang bimbingan orang tua dan korelasinya dengan aktivitas belajar anak di sekolah. Adapun tujuan penelitiannya, untuk mengetahui ada tidaknya dan sejauh mana korelasi antara keduanya. Masalah-masala yang dituangkan menyangkut: Adakah korelasi antara bimbingan orang tua dalam memberikan motivasi, mengatur waktu dan menyediakan fasilitas belajar dengan aktivitas sekolah. belajar anak di sekolah.

Penelitian ini ditujukan pada 20 anak kelas I dan II MTs Miftahul Ulum Kecamatan Lenteng Kabupaten Sumenep dengan menggunakan teknik quota proporsional stratified random sampling. Sedangkan pengumpulan data dengan menggunakan metode angket sebagai metode primer, aedangkan interview dan observasi sebagai metode pelengkap. Hasil penelitian dianalisa dengan metode statistik melalui analisa Yule’s Q.

Oleh sebab itulah maka keterlibatan orang tua di dalam segala aktivitas belajar anak sangat dibutuhkan bila menginginkan anak aktif dan berprestasi dalam belajar, khususnya di sekolah. Keterlibatan itu diharapkan sebagai bimbingan bagi anak dalam menciptakan situasi dan kondisi yang memungkinkan anak dapat beraktivitas sendiri secara optimal. Kemudian untuk mencapai prestasi belajar yang gemilang, maka disarankan agar para orang tua hendaknya meningkatkan bimbingan terhadap anak dan menjalin kerja sama yang baik dengan pengasuh di sekolah.