Wednesday, February 3, 2010

PENGUKURAN TINGKAT EFISIENSI TIAP CABANG DI PERUM PEGADAIAN KANWIL SURABAYA DENGAN MENGGUNAKAN METODE DATA ENVELOPMENT ANALYSIS (DEA)

ABSTRAKSI

Tempat-tempat wisata di berbagai penjuru kota dewasa ini banyak bermunculan. Seiring dengan hal tersebut, sarana peristirahatan sebagai salah satu daya dukung wisata pun ikut berkembang. Meskipun banyak sekali bermunculan sarana-sarana peristirahatan, diantaranya losmen, villa, dan sebagainya, tetapi hal ini tidak menurunkan minat para wisatawan untuk sekedar melepas lelah di hotel.
Khusus didaerah Surabaya, hotel banyak dipergunakan untuk bisnis. Diantaranya INNA SIMPANG, HOTEL WETA, HOTEL GARDEN, dan HOTEL SAHID yang merupakan hotel-hotel berbintang tiga. Karena lokasi yang strategis dan saling berdekatan keempat hotel tersebut mempunyai tingkat persaingan yang tinggi untuk mendapatkan pelanggan. Menurut pengamatan yang telah dilakukan, hotel-hotel tersebut sering terjadi ketidakstabilan tingkat hunian (occupancy) yang nantinya akan mengarah pada ketidakstabilan efisiensi pelayanan.
Data Envelopment Analysis (DEA) merupakan suatu model analisa multi faktor produktivitas untuk mengukur efisiensi dari sekelompok homogenuous Decision Making Unit (DMU). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan tingkat efisiensi pelayanan dari masing-masing hotel serta menentukan target input dan output bagi hotel yang tidak efisien.
Dari hasil pengolahan DEA CRS Primal, didapatkan bahwa hotel yang efisien adalah HOTEL WETA, INNA SIMPANG, dan HOTEL GARDEN sedangkan hotel yang tidak efisien adalah HOTEL SAHID dengan nilai efisiensi relatif sebesar 0,927407. Target input dan output bagi hotel yang tidak efisien (HOTEL SAHID), untuk jumlah karyawan diminimasi sebesar 24,8 %, untuk rasio karyawan lulusan SMU diminimasi sebesar 18 %, untuk jumlah kamar yang dimiliki diminimasi sebesar 43,5 %, untuk harga kamar terendah diminimasi sebesar 6,2 %, untuk jumlah fasilitas kamar dimaksimasi sebesar 50 %, untuk jumlah fasilitas hotel dimaksimasi sebesar 71,4 %, untuk jumlah tamu dimaksimasi sebesar 19,3 %, dan untuk rata-rata occupancy tidak ada perbaikan.


Key word : Data Envelopment Analysis (DEA), efisiensi, Decision Making Unit (DMU), hotel.

Tuesday, February 2, 2010

PENGUKURAN TINGKAT EFISIENSI TIAP CABANG DI PERUM PEGADAIAN KANWIL SURABAYA DENGAN MENGGUNAKAN METODE DATA ENVELOPMENT ANALYSIS (DEA)

ABSTRAKSI




Perkembangan teknologi industri saat ini telah merubah cara pandang perusahaan untuk memperhitungkan bagaimana menjalankan industri yang efektif dan efisien. Oleh sebab itu diperlukan metode yang tepat untuk mengukur tingkat efisiensi sekaligus memberi evaluasi tentang bagaimana merubah organisasi yang tidal efisien menjadi efisien.

AHASS (Astra Honda Authorized Service Station) merupakan salah satu pelaku industri yang bergerak dalam bidang perawatan dan suku cadang tentunya mengharapkan suatu kondisi yang ideal dalam kegiatan usahanya agar dapat memberikan kepuasan bagi pengguna jasa servis sepeda motor. Dan tentunya setiap manajemen memiliki strategi dalam menjalankan usahanya. Pada mulanya dalam mengukur tingkat efisiensi, AHASS hanya menggunakan single input dan single output saja, sehingga tidak didapatkan penjelasan yang lebih mendetail mengenai faktor-faktor yang berpengaruh pada tingkat efisiensi.

Karena adanya permasalahan tentang bagaimana mengetahui faktor-faktor yang berpengaruh pada tingkat efisiensi, maka perlu dilakukan pengukuran efisiensi relatif. Pengukuruan efisiensi relatif tersebut dilakukan dengan menggunakan metode Data Envelopment Analysis (DEA) yang sekaligus dapt menentukan solusi bagi bengkel yang kurang efisien dengan cara membandingkan tingkat efisiensi antar bengkel sepeda motor AHASS.

Dari hasil pengolahan metode DEA, didapatkan 4 (empat) bengkel sepeda motor AHASS yang efisien yaitu AHASS Tirto Agung Mojo Motor I, AHASS Tirto Agung Mojo Motor II, AHASS Mahardika, dan AHASS Ipung dengan nilai efisiensi relatif sebesar 1,000000 dan 1 (satu) bengkel motor AHASS yang tidak efisien yaitu AHASS Calista Alba dengan nilai efisiensi relatif sebesar 0,846502. Dalam rencana strategi perbaikannya, AHASS Calista Alba mengacu pada AHASS Tirto Agung Mojo Motor I. Untuk meningkatkan efisiensi relatif sebesar 100% maka AHASS CAlista Alba melakukan perbaikan terhadap faktor Jumlah Komplain, Jumlah Mekanik, Waktu Tunggu Rata-rata Sebelum Dilayani, Gaji Karyawan, dan Total Pendapatan Tiap Servis. Sedangkan untuk faktor Total Pendapatan Penjualan Suku Cadang tidak perlu dilakukan perbaikan.



Kata Kunci : Data Envelopment Analysis, efisiensi, AHASS

Monday, February 1, 2010

PENGUKURAN EFISIENSI RELATIF USAHA DAGANG BAHAN BANGUNAN DAN STRATEGI PERBAIKANNYA DENGAN MENGGUNAKAN METODE DATA ENVELOPMENT ANALYSIS ( DEA ) DI KABU

ABSTRAKSI



Perkembangan bisnis angkutan laut / Ekspedisi Muatan Kapal Laut (EMKL) saat ini mempengaruhi perubahan cara pandang Perusahaan Pelayaran. Mereka mulai memperhitungkan bagaimana menjalankan usaha dagang yang paling efisien, agar tetap bertahan dalam persaingan yang semakin ketat. Persaingan akan semakin ketat apabila Perusahaan Pelayaran tersebut mempunyai karakteristik penjualan yang sama dengan rute tujuan yang tidak terlalu jauh.

Perusahaan Pelayaran di Surabaya merupakan salah satu aset penting dalam bidang Ekspedisi Muatan Kapal Laut. Perusahaan pelayaran ini memiliki fungsi strategis di dalam penyelenggaraan angkutan laut, sebagai konsekuensinya Perusahaan Pelayaran dituntut untuk lebih efisien dan efektif didalam pengelolaan dan memberikan pelayanan secara menyeluruh. Dengan melihat kegiatan Perusahaan Pelayaran memiliki karakteristik penjualan yang sama maka setiap pimpinan harus mempunyai strategi dalam usahanya. Tetapi kebanyakan Perusahaan Pelayaran dalam mengukur efisiensi masih menggunakan single input dan single output, sehingga tidak akan didapatkan penjelasan yang lebih mendetail mengenai faktor-faktor yang terlibat dalam pencapaian kondisi efisien.

Adanya permasalahan untuk mengetahui penjelasan yang mendetail mengenai faktor-faktor yang terlibat dalam pencapaian usaha yang paling efisien, maka perlu dilakukan pengukuran efisiensi relatif Perusahaan Pelayaran di Surabaya. Pengukuran efisiensi relatif menggunakan metode Data Envelopment Analysis (DEA), yaitu membandingkan efisiensi Perusahaan Pelayaran yang sejenis dimana efisiensi 100 % tidak ditentukan oleh unit usaha Perusahaan Pelayaran yang bersangkutan tetapi merujuk kepada unit Perusahaan Pelayaran yang menghasilkan kinerja yang baik.

Hasil pengolahan DEA, didapatkan 3 (tiga) Perusahaan Pelayaran di Surabaya yang efisien dengan nilai efisiensi relatifnya sebesar satu yaitu PT. Tempuran Emas, PT. Panurjwan, PT. Djakarta Lloyd. Sedangkan PT. Mentari Sejati Perkasa adalah Perusahaan Pelayaran yang inefisien dengan nilai efisiensi relatifnya sebesar 0.9999980. Dalam strategi rencana perbaikannya, PT. Mentari Sejati Perkasa mengacu pada PT. Djakarta Lloyd dan agar PT. Mentari Sejati Perkasa dapat meningkatkan efisiensi relatifnya sebesar 100 %, maka PT. Mentari Sejati Perkasa perlu meningkatkan jumlah keberangkatan kapal sebesar 1.51 % dan meningkatkan jumlah pelanggan sebesar 11.54 %

Berdasarkan hasil perangkingan DMU-DMU yang efisien, maka didapatkan bahwa yang menempati posisi pertama adalah PT. Tempuran Emas, posisi yang kedua adalah PT. Djakarta Lloyd, posisi ketiga adalah PT. Panurjwan, dan yang menempati posisi keempat adalah PT. Mentari Sejati Perkasa.


Kata Kunci : Data Envelopment Analysis, Efisiensi Relatif